Jumat, 12 Oktober 2012

[Review Drama] Rembulan Di Atas Sungai

Yup, kita masuk ke postingan ke dua di bulan Oktober. Sebenernya nih postingan dibuat udah lama banget, tapi masih disimpan di draft coz gak selesai2. Hehe... Daripada dibuang, yo wis Rain lanjutin aja. Penasaran?  Here we go!

Kali ini Rain mau sedikit review tentang drama yang beberapa bulan lalu selesai Rain tonton. Hehehe,,, Drama Korea? bukan. Drama Jepang? bukan juga. Drama apaan dong? Hmm... yang pasti, ini drama beda dari yang lain. Yup, drama yang bakal Rain review kali ini adalah sebuah drama kisah nyata di Channel DAAI TV yang berjudul "Rembulan Di Atas Sungai". Bagi sobat NSK yang suka nonton DAAI TV, mungkin tahu atau bisa jadi penggemar drama ini juga. Hehe...



Well, drama ini adalah drama ke-dua dari DAAI TV yang Rain review di blog NSK ini. Sebelumnya, Rain udah pernah review drama DAAI TV yang judulnya "Seberkas Cahaya", sobat NSK bisa baca lengkap reviewnya di sini. Drama yang bener-bener bikin addicted. Hehe... Setelah drama "Seberkas Cahaya" yang berhasil bikin Rain bela-belain nonton via youtube pake bahasa kalbu coz gak ada translate-nya, Rain akhirnya berkesempatan buat nonton drama DAAI TV yang baru waktu libur Ramadhan kemarin.

Ketidak-sengajaan Yang Membawa Berkah.
Gak beda dari drama sebelumnya yang Rain tonton karena faktor 'ketidaksengajaan', drama "Rembulan Di Atas Sungai (RDAS)" ini pun Rain tonton karena faktor yang sama. Delon yang lagi asal-asalan pindahin channel karena gak ada acara yang seru, akhirnya terhenti di channel DAAI TV yang sedang memutar re-run episode 09 drama RDAS. Yah, emang dasar udah jodoh kali ya, pas nonton langsung suka sama pemeran dan ceritanya. Hehe... ^_^


Makin lama nonton kok makin suka ya? Aigo... bener-bener nih drama. Ketidak-sengajaan yang membawa berkah, drama ini memberikan banyak hikmah buat penontonnya. Gak sekedar kisah rumah tangga sepasang suami-istri, drama ini bener-bener memberi gambaran tentang keluarga yang ideal. Kalau dalam kacamata Islam sih, drama ini nih yang memberikan contoh sesungguhnya dari makna keluarga sakinah, mawaddah, dan warrahmah. Ya, tentu aja dalam latar belakang dan konteks yang berbeda. Hehe...

Oia, drama Rembulan Di Atas Sungai adalah drama pertama dari DAAI TV yang berhasil Rain tonton sampai ending, meski gak nonton dari episode pertama. Yup, drama ini sangat layak untuk ditonton. ^_^

Huang Sheng-Bi: Anak Idaman, Kakak Idaman, Suami Idaman, Menantu Idaman, Ayah Idaman, Mertua Idaman, dan Kakek Idaman.
Huang Sheng-Bi, siapakah dia? Yap, dia adalah sang tokoh utama dalam drama ini. Tokoh ini diperankan oleh A Bu/Ah Bu (Zhou Yong Xun), seorang aktor sekaligus presenter asal Taiwan. Karakter Huang Sheng-Bi yang begitu kuat ditambah acting dan tampang A Bu yang mumpuni, bikin drama ini gak bosen ditonton sampai episode terakhir. Buat Rain sendiri, tokoh Sheng-Bi inilah yang jadi alasan Rain betah nongkrong depan TV. Oia, perlu diketahui, saat pembuatan drama ini, Huang Sheng-Bi yang asli sudah meninggal dunia. T_T

Ok, lanjut! Setiap lagi nonton selalu aja teriak, "Ommooo... mau banget punya: Anak Idaman, Kakak Idaman, Suami Idaman, Menantu Idaman, Ayah Idaman, Mertua Idaman, dan Kakek Idaman kayak Huang Sheng-Bi, haha...." Serius! Kayaknya udah jarang banget ada orang sebaik Huang Sheng-Bi di kehidupan nyata. Kepribadiannya pun sangat patut untuk dicontoh.

Selain Huang Sheng-Bi, ada tokoh utama lain yang tak kalah penting. Dia adalah Wang Shou, istri dari Huang Sheng-Bi. Sun Shu Mei diberikan kepercayaan untuk memerankan tokoh ini. Dan yap, pilihan yang tepat.

Sun Shu Mei dan A Bu
Asli, melihat perjalanan keluarga mereka, mulai dari perjodohan, pernikahan, awal2 membina rumah tangga, punya anak, punya menantu, sampai akhirnya memiliki cucu.... ah... mereka terlalu sempurna untuk sebuah keluarga jaman sekarang.

Juga perjuangan Sheng-Bi untuk menafkahkan keluarganya. Mulai dari kerja di pabrik, jualan mie ayam, jualan baju lalu berkembang hingga akhirnya memiliki pabrik garmen sendiri. Tak puas sampai di situ, Sheng-Bi merambah ke dunia properti. Dan semuanya berhasil. Bahkan, mereka yang dulunya hanya tinggal di rumah kumuh dengan atap bocor, dengan kerja keras yang tanpa henti, Sheng-Bi mampu membangun rumah tujuh lantai untuk keluarga mereka. Padahal, Sheng-Bi kecil tak pernah sekolah. Yang menjadi modalnya hanyalah kerja keras dan optimisme tak terhingga.


Rain jadi inget, ada sebuat quote yang bunyinya, "Win by hardwork, not by talent". Yang intinya untuk menjadi sukses itu yang kita butuhkan bukanlah talent, tapi kerja keraslah yang membuat kita sukses. Huang Sheng-Bi membuktikan hal ini melalui perjalanan karirnya.

Sheng-Bi juga merupakan suami yang amat sayang kepada istrinya. Pokoknya gemes banget sama pasangan ini. Mereka adalah contoh pasangan yang saling mencintai dengan sebenar2nya. Bayangkan aja, selama mereka hidup bersama, mereka hanya pernah 2 kali bertengkar. Yang pertama saat Sheng-Bi memutuskan untuk berhenti jualan mie ayam dan berencana berjualan baju di pasar tanpa sepengetahuan Wang Shou. Sang istri marah karena Sheng-Bi tidak bertanya dulu padanya tentang keputusan berhenti jualan mie ini. Wang Shou merasa bisnis jualan mie mereka cukup lancar dan tidak mengalami kerugian. Jadi, Wang Shou merasa keputusan ini terlalu gegabah. Dengan sabar, Sheng-Bi mendekati istrinya dan coba menjelaskan.

Sheng-Bi memutuskan untuk berhenti berjualan mie hanya karena tidak tega melihat tangan istrinya yang selalu merah karena terlalu sering mencuci mangkok bekas mie jualan mereka. Bayangkan, hanya karena tidak tega melihat tangan istrinya kemerah-merahan. Ommo, siapa yang gak mau punya suami yang kayak gini coba. Wang Shou yang awalnya marah, mulai mengerti maksud baik suaminya. Dan mereka pun berbaikan.

Kalian tahu, setelah Rain pikir2, mereka marahan pertama kali gak sampai semenit langsung baikan. Bener2 nih pasangan. Bikin ngiri. Hehe...

Lalu pertengkaran ke dua saat mereka sudah punya anak dan cucu. Waktu itu, Wang Shou marah karena Sheng-Bi tidak memberi tahunya bahwa Sheng-Bi ke rumah sakit karena pingsan saat menjadi relawan. Wang Shou tahu dari Yu Dong, anak pertamanya. Sekali lagi, Sheng-Bi tidak memberi tahu Wang Shou karena takut Wang Shou khawatir. omoo... (>,<) Sheng-Bi ah... Dan pertengkaran ini pun tak berlangsung lama. Mereka segera berbaikan setelah masing2 memberi penjelasan. Ah, benar2 pasangan yang saling pengertian dan mau mendengarkan.


Sheng-Bi juga adalah tipe mertua idaman. Bayangin aja, belum juga jadi menantu alias masih calon menantu, Yu-Dong sang anak pertama dan calon istrinya udah dikasih warisan pabrik garmen buat kehidupan mereka kelak. Belum lagi Yu Shu yang diwarisi bisnis properti dari sang Ayah. Siapa yang gak mau coba. Hehe...

Gak hanya kisah Sheng-Bi dan Wang Shou, kisah anak-anak mereka pun tak kalah seru dan menyenangkan untuk disimak. Oia, Sheng-Bi dan Wang Shou ini punya tiga anak yang kesemuanya laki-laki. Jadi wajarlah, ketika semua anaknya sudah dewasa, mereka kepingin banget cepet2 punya menantu. Hehe... Anak pertama adalah Huang Yu Dong, yang ke dua Huang Yu Shu, dan yang terakhir Huang Yu Lin. Kisah cinta mereka juga lumayan seru dan lucu. Gemes deh lihat persaudaraan tiga orang ini. Dan yang pastinya, bikin ngiri. Hehe... ^_^

Salah satu prinsip dalam keluarga mereka:  "menantu adalah anak tersayang, anak sendiri adalah rumput liar".  Hehe,,, gak ngerti ya? Jadi gini maksudnya, menantu dalam keluarga mereka adalah anak kesayangan, jadi kalau ada masalah dalam keluarga mereka masing2, Sheng-Bi akan memarahi anaknya sendiri, bukan menantunya. Hal itu karena Sheng-Bi merasa bahwa ia sebagai seorang mertua, secara tidak langsung sudah mengambil anak perempuan dari keluarga lain. Dan Sheng-Bi akan merasa bersalah kalau sang menantu merasa tidak nyaman dan sedih karena ulah anaknya sendiri. Aigoo... mertua idaman memang. :D

Kayaknya kalau reviewnya diterusin, nih postingan gak akan ada habisnya. Hehe... Pokoknya, kalau sobat NSK punya kesempatan buat nonton nih drama, nonton deh. Suwer gak akan nyesel. ^_^


Ketulusan hati seorang Huang Sheng-Bi bikin drama ini disukai banyak orang. Drama ini natural banget. Penuh dengan hikmah dan teladan baik. Rain belajar banyak dari seorang Huang Sheng-Bi. Baru kali ini Rain bener2 jatuh cinta dengan sebuah karakter dalam drama. Karena mungkin drama ini adalah kisah nyata, jadi lebih ngena di hati. ^_^

Abu... Shu Sun Mei... Caiyoooo... (gara-gara drama ini pula, Rain jadi ngefans sama mereka. hehe...) d^_^b

Thanks for reading, Sobat NSK!

Sun Shu Mei, A Bu, dan Wang Shou (tokoh asli)




3 komentar:

  1. Hwaaaaaa.... kurang banyak nih postingannya, hehe...

    Ah Bu, wo ai ni ^.^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha,,, sok atuh tambahin sama ente. Berhubung dah agak lama dramanya, jadi gw bingung mau nulis apa lagi. ckckckk... kehabisan kata2 gw kalau inget betapa istimewanya Huang Sheng-Bi. hoho... Apalagi Abu... <3 <3 <3


      Hapus
  2. "Ketidaksengajaan Yang Membawa Berkah"..

    saya juga salah satu dari sekian yg terkesan oleh drama ini, dan gara2 drama ini jg saya jadi tahu kalo Sun Shumei itu jg penyanyi dan begitu nemu lagu2nya di youtube, saya langsung download dan sampai sekarang Shumei playlist mampu bertengger di Window Media Player saya di kantor, ngalahin OASIS, RADIoOHEAD, BLUR, The Rolling Stones, bahkan The Corrs, dan saya juga nemuin drama Shumei yg lain yg juga berlatar belakang klasik,

    BalasHapus

Don't be shy, write your mind! ^_^